Sejarah Penjilidan

11 05 2010

SEKILAS SEJARAH PENJILIDAN

Di lembah Refada (Farra) orang Sumeria Kuno dan bangsa-bangsa lain sebelumnya sudah mulai menulis di atas tanah dan bebatuan. Lalu diikuti oleh orang-orang Kaldan Babilon, Assyria, dan Kanaan Semith. Orang-orang Kaldan adalah penghuni tertua Babilonia (3.300 SM). Pencatat sejarah mengatakan bahwa aksara paku (fonogram, al-kitabah al-mismariyah) yang ditemukan orang Sumeria 2.500 SM dan dipakai untuk menuliskan bahasa Akadia Semith menyebar dari negeri Refada ke banyak wilayah Timur Dekat, kemudian ditiru oleh orang-orang Syria, Mesopotamia, Persia, dan Armenia. Diakui bahwa lembah Refada telah melahirkan angka-angka dan hitungan yang mula-mula dalam sejarah manusia.  1)

Sementara itu, kaum Muslimin telah menjilid buku dari orang-orang Kopti-Mesir (Kristen Orthodox Koptik, pen.), kemudian membawa pengetahuan tersebut ke segenap penjuru negeri Islam. Pada awal kekuasaan Daulat Abbasiyah, keterampilan menjilid buku lebih banyak menyebar di daratan Mesir dan Turkestan Timur. Untuk wilayah kedua ini, sudah diketemukan di antara catatan-catatan Manu yang terungkap selama penelitian di sepanjang puing-puing kota Hugo, ibu kota suku-suku Uigur di Turkestan-Cina. Kuat dugaan, kerja menjilid buku-buku Kopti melalui tangan-tangan missionaris Nestoria yang jemaatnya tersebar di Timur Tengah dan Timur Dekat sejak gereja mereka didirikan. Agaknya dari sanalah pengetahuan menjilid itu masuk ke Iran.  2)

1) Drs. D. Sirojuddin AR, ‘Seni Kaligrafi Islam’ (PT Remaja Rosdakarya-Bandung, 2000), hl. 9-10.

2) Ibid, hl. 270.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: