Hajar Aswad & Ka’bah

11 05 2010

Hajar Aswad adalah satu bagian terpenting dari Ka’bah. Orang menyangka bahwa batu itu berasal dari surga. Sebagian lagi mengatakan ia sebuah batu asli dari pembinaan Nabi Ibrahim, yang lain mempunyai kepercayaan bahwa ia pelambang dari keturunan Nabi Isma’il karena batu itu berasal dari Syam (sekarang Syria, pen.), dari negara Nabi Ibrahim, negara Bani Israil.

Pada masa Al-Walid bin Al-Mughirah, pembinaan Ka’bah mengalami yang ke sembilan kalinya, akibat dua kerusakan penting yang antara lain karena kebakaran kelambu dan air bah. Bencana air bah besar tersebut masuk ke dalam Ka’bah dan memukul dindingnya, sehingga runtuhlah dinding Ka’bah itu. Karena kerusakan hebat itu, maka orang-orang Quraisy mengalami kesulitan untuk memperbaikinya, sampai akhirnya mereka menemukan seorang ahli bangunan bernama ‘Baqum‘, seorang Romawi, beragama Nasrani, yang kapalnya terdampar di pantai Jeddah. Pada masa pembinaan ini Nabi Muhammad masih berumur 30 tahun.

Saat diadakan penggalian dalam rangka perbaikan tersebut, ada sebuah batu asas bermaktub tulisan ‘Suryani’ (Arami, pen.), yang ditemukan pada lubang tanah yang bercahaya terang.

Dalam perbaikan itu rupanya Baqum juga membuat ukiran-ukiran patung dan gambar yang terletak di dinding dan tiang-tiang. Ukiran-ukiran tersebut bergambar rupa para Nabi dan Malaikat, yang antara lain Nabi Ibrahim, Nabi ‘Isa dan Maryam ibunya. Kemudian setelah Nabi Muhammad saw memasuki Mekkah dan menuju Masjidil Haram, beliau menyuruh membuang segala berhala dan gambar-gambar yang ada di dalam Ka’bah maupun di luarnya. 1)

Peristiwa pembersihan ini rupanya sejajar dengan ‘Encyclopedia if Islam art Ka’bah’, yang menjelaskan bahwa, seorang ahli sejarah Mekkah yang tertua, Azraqi (meninggal 858 M), mengatakan bahwa di Ka’bah pada lajur yang paling dekat dengan pintu, terdapat sebuah gambar Maryam dengan Yesus di lututnya. Ketika Muhammad memasuki Mekkah dengan kemenangan, ia memerintahkan menghancurkan patung-patung yang berada di sekeliling Ka’bah dan lukisan-lukisan para Nabi dan Malaikat. Namun ketika para pengikutnya mulai mencuci lukisan-lukisan itu dengan air sumur Zam-zam, Muhammad SAW meletakkan tangannya di atas gambar Yesus dan Maryam sambil berkata: “Cucilah semuanya selain apa yang di bawah tanganku”2)

1) Labib MZ, “Sejarah Ka’bah & Manasik Haji, Juz Amma Surat Al Quraisy” (CV Bintang Pelajar), hl. 98-99, 103-104, 111-113.

2) Geoffrey Parrinder, “Yesus dalam Qur’an” (Bintang Cemerlang-Yogyakarta, 2001), hl. 93-94.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: